Simak! Manfaat Dari Kacang Almond

Simak! Manfaat Dari Kacang Almond

Hamil, Momongan, Calon Bayi | Image oleh StockSnap dari Pixabay----

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID – Sering kali Kesehatan dan kesuburan menjadi alasan seseorang untuk mendapatkan keturunan.

Namun taukah anda bahwa mengonsumsi kacang-kacangan dapat meningkatkan kesuburan.

Ya, menurut ahli, salah satu kacang yang bagus untuk kesuburan adalah jenis kacang almond.

“Karena kacang almond mengandung vitamin E yang tinggi, maka baik manfaatnya mampu meningkatkan kesuburan,” kata dr. Riza Marlina seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Lalu pertanyaannya, seberapa banyak konsumsi kacang almond yang dibutuhkan, untuk mendapatkan khasiatnya meningkatkan kesuburan?

“Agar mendapatkan manfaat yang tepat, sebaiknya konsumsi dengan cara yang tepat dengan pengelohan yang tepat dan tidak secara berlebihan konsumsinya.

BACA JUGA:Kenali Gejala Awal Hepatitis

bisa dikonsumsi 23 butir atau segenggam tangan dalam sehari,” jelas dr. Riza Marlina.

Selain manfaatnya meningkatkan kesuburan, makan kacang almond kata dr. Riza Marlina, juga bagus untuk mereka yang sedang diet.

“Selain itu juga mampu menurunkan berat badan karena kacang almond ini bisa membuat efek kenyang lebih lama karena mengandung serat yang tinggi serta dapat mengurangi nafsu makan dan tentunya mampu berfek menurunkan berat badan”.

Air Kemasan Buruk untuk Kesuburan

Konsumsi air adalah salah satu yang dianjurkan ahli untuk hidup yang sehat.

Namun apa yang terjadi ketika air yang dikonsumsi, adalah air dengan kemasan botol plastik? Jawabannya adalah risiko gangguan kesuburan, baik bagi pria maupun wanita.

Hal ini sebagaimana dilaporkan para peneliti Slovenia dalam studi mereka, Eat This melansir.  

Menurut studi itu, yang menjadi permasalahan di sini adalah kandungan, Bisphenol A atau biasa disingkat BPA, zat kimia yang sering ditemukan pada wadah berbahan platik.  

Studi yang dirilis pada journal Fertility & Sterility itu,  berhasil menemukan kaitan signifikan antara konsentrasi BPA urin pada pria dan jumlah sperma, serta vitalitas yang lebih rendah.  

Sementara di Amerika Serikat, sebuah studi dari Harvard School of Public Health, menemukan wanita dengan tingkat BPA yang tinggi dalam tubuh mereka, hanya mampu memproduksi sel telur yang layak, 27 persen lebih rendah dari mereka  yang sehat.

 

Sumber:

(edited)