Taiwan Peringatkan China: Kami Pernah Memenangkan Perang!

Taiwan Peringatkan China: Kami Pernah Memenangkan Perang!

Taiwan peringkatkan China soal sejarah perang-ilustrasi-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Taiwan Tsai Ing Wen menegaskan, bahwa negaranya akan mempertahankan demokrasi untuk merdeka dan terlepas dari ancaman militer China.

Tsai mengingatkan, Taiwan pernah mengalahkan militer China saat Krisis Selat Taiwan 1958 terjadi. 

Saat itu, China membombardir pulau-pulau Taiwan di Selat Taiwan selama sebulan lebih yang berlangsung pada awal Agustus 1958.

"64 tahun yang lalu selama peperangan 23 Agustus, tentara dan warga sipil kami bersatu dan menjaga Taiwan sehingga kami memiliki Taiwan yang demokratis hari ini," kata Tsai dihadapan delegasi eks pejabat Amerika Serikat, Selasa 23 Agustus 2022.

BACA JUGA:China hingga Amerika Serikat Alami Fenomena 'Resesi Seks', Apa Penyebabnya?

"Peperangan untuk melindungi Tanah Air kami menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada ancaman dari siapa pun yang dapat menggoyahkan tekad rakyat Taiwan untuk membela negara mereka, tidak di masa lalu, tidak sekarang, dan tidak di masa depan," sambungnya.

Tsai kembali menegaskan, bahwa rakyat Taiwan memiliki tekad dan kepercayaan diri untuk menjaga perdamaian, keamanan, kebebasan, dan kemakmuran.

Krisis Selat Taiwan Kedua adalah peperangan terakhir kalinya antara pasukan Taiwan dengan China dalam skala besar.

Krisis itu dipicu ketika Tentara Pembebasan Rakyat China membombardir Kepulauan Kinmen (Quemoy) dan Matsu di Selat Taiwan demi menyatukan kembali pulau itu dengan daratan China.

Taiwan berhasil melawan gempuran China dengan baik berkat dukungan senjata dan peralatan militer canggih seperti rudal anti-pesawat Sidewinder canggih dari Amerika Serikat.

Meski memutus hubungan diplomatik formal dengan Taiwan demi menjalin hubungan resmi dengan China pada 1979, AS hingga kini masih menjadi pemasok senjata dan bantuan militer utama Taiwan.

Hal itu tertuang dalam perjanjian Taiwan Act yang mendasari hubungan "spesial" Washington dengan Taipei.

BACA JUGA:Kemnaker: Rumusan UMP 2023 Sama dengan Tahun 2022, Naik Gak?

"Ketika Taiwan berdiri di garis depan ekspansionisme otoriter, kami terus meningkatkan pertahanan kami, dan kami juga terus bekerja sama dengan Amerika Serikat di bidang ini," ucap Tsai seperti dikutip Reuters.

Sumber:

(edited)