Tegas! Putin Dukung Penuh China soal Isu Taiwan

Tegas! Putin Dukung Penuh China soal Isu Taiwan

Presiden Vladimir Putin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, menegaskan dukungan Rusia terhadap China terkait isu Taiwan-ilustrasi-xi.jinping_cn


Presiden Vladimir Putin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, menegaskan dukungan Rusia terhadap China terkait isu Taiwan|ilustrasi|xi.jinping_cn

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Vladimir Putin melalui juru bicaranya, Dmitry Peskov, menegaskan dukungan Rusia terhadap China terkait isu Taiwan.

Pernyataan itu diutarakan kala Presiden Xi Jinping dan Presiden Joe Biden kembali bersitegang menyusul rencana kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan.

"Tentu saja kami benar-benar solid (dukung China). Kami menghormati kedaulatan dan integritas teritorial China dan percaya bahwa tidak ada negara di dunia yang berhak mempertanyakan hal ini atau mengambil langkah yang menghasut," kata Peskov kepada wartawan di Moskow.

"Kami percaya sikap seperti itu di arean internasional hanya akan menambah ketegangan," paparnya seperti dikutip AFP.

BACA JUGA:Mulai Agustus, Ratusan TKI dari Malaysia Bakal Dipulangkan, Apa Penyebabnya?

Rencana Pelosi ke Taiwan membuat China marah sampai-sampai Presiden Xi Jinping menghardik Presiden Joe Biden dalam percakapan mereka via telepon pada Kamis malam.

+++++

Dalam komunikasi itu, Xi Jinping bahkan mewanti-wanti Biden jangan bermain api dengan China soal Taiwan.

Menurut dua sumber pemerintah China, Xi bahkan telah mempersiapkan segala cara untuk merespons AS jika Pelosi nekat mengunjungi Taiwan.

Respons militer disebut termasuk dalam opsi yang dipertimbangkan Xi tersebut.

BACA JUGA:Catat! Sanksi Menunggu Bagi Para Penerima Beasiswa LPDP yang Ogah Balik ke Indonesia

Sementara itu, Biden berupaya meredam ketegangan dengan Xi Jinping dengan menegaskan bahwa posisi AS tidak berubah soal Taiwan terlepas dari rencana lawatan Pelosi ke Taipei.

Biden dan pejabat Gedung Putih juga disebut diam-diam berupaya mencegah Pelosi untuk melakukan lawatannya ke Taiwan lantaran khawatir dengan konsekuensi dari ancaman China.

Sumber:

(edited)