Tanggapi Pernyataan Luhut Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden, Ini Kata Mantan Menkominfo Tifatul Sembiring

Tanggapi Pernyataan Luhut Orang Luar Jawa Tak Bisa Jadi Presiden, Ini Kata Mantan Menkominfo Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring--Instagram @kedantifatulsembiring

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring buka suara menanggapi pernyataan orang luar Jawa tak bisa jadi Presiden RI yang disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan.

Melalui akun media sosial Twitter pribadinya bernama @tifsembiring yang sudah terverifikasi, Tifatul pada Jumat (23/9/2022), menyampaikan pendapatnya terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tersebut.

Melalui cuitannya Tifatul mempertanyakan pernyataan Luhut tersebut. Tifatul juga berpendapat seharusnya Luhut memberikan semangat kepada junior-juniornya.

"Waduh Bang, apa pulak ini. Kasih semangat lah adik-adik ini," tulis Tifatul Sembiring, dikutip dari fin.co.id, Minggu (25/9/2022).

BACA JUGA:Mahfud MD Komentar Soal Wakil Ketua DPRD Depok Hukum Sopir Truk di Pinggir Jalan

"Baru mau ancang-ancang bikin baliho, abang tekan pulak saham awak *BukanJAwaNYalonAjaGaBoleh?," tambahnya.

Kicauan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ity mendapat 18 komentar, 19 retweets, dan 95 likes dari warganet sampai berita ini tayang.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menilai jika orang dari luar pulau Jawa kecil kemungkinan untuk bisa menjadi presiden. Bahkan Luhut menyarankan agar tokoh dari luar Jawa agar tidak usah berambisi manjadi Presiden.

+++++



Hal ini disampaikan Luhut saat berbincang dengan pengamat politik Rocky Gerung, seperti dikutip melalui akun YouTube RGTV Channel, Kamis (22/9/2022).

Dalam perbincangan itu Luhut mengatakan tokoh luar Jawa harus tahu diri. Menurutnya, masih banyak cara lain untuk mengabdi kepada negara selain menjadi presiden. 

“Apa harus jadi presiden aja kau bisa mengabdi? Harus tahu diri juga lah, kalau kau bukan orang Jawa. Ini bicara antropologi," kata Luhut.

"Kalau Anda bukan orang Jawa dan pemilihan langsung hari ini, udah lupain deh. Enggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati,” tambahnya.

BACA JUGA:Soal Wakil Ketua DPRD Depok yang Viral Hukum Sopir Truk, Golkar Ancam Pecat!

Luhut mencontohkan dirinya juga dari luar Jawa dan dia juga minoritas. Jadi tidak berambisi menjadi presiden karena tahu diri.

“Ya termasuk saya. Saya double minoritas. Sudah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang sudah cukup itu, kita harus tahu,” ucap Luhut.

Luhut juga mengatakan bahwa setiap manusia sudah ditakdirkan dengan jabatannya termasuk menjadi presiden. Kata dia itu sudah skenario Tuhan.

+++++



Presiden hanya satu loh. Dan itu menurut saya sudah takdir alam. Tuhan punya mau itu. Good scenario," tutur Luhut.

Jadi kita boleh bersaing dan melakukannya (mencalonkan diri), tapi harus mengenali diri kita dulu. Benar kata Sun Tsu, kenali dirimu, kenali musuhmu, 100 kali kau perang, 100 kali kau menang," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Luhut juga menyinggung Rocky Gerung yang kerap mengkritik pemerintah termasuk kritik dirinya.

Terus terang saya melihat Anda itu hebat, saya kira kita baru bertemu dua kali," ujar Menko Marves tersebut.

BACA JUGA:Wakil Ketua DPRD Depok Buat Pengakuan Usai Videonya Viral: Ini Sudah Tiga Kali Terjadi

"Anda kritik saya banyak, Anda kritik pemerintah juga banyak, kritik presiden juga banyak. It’s oke, this is demokrasi,” lanjutnya.

Sekadar diketahui, kursi Presiden sejak kemerdekaan RI 1945 hingga saat ini hampir selalu diduduki oleh para tokoh berdarah Jawa.

Mulai dari Soekarno yang berasal dari Blitar, Soeharto dari Bantul, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari Jombang, Megawati Soekarnoputri kelahiran Yogyakarta, Susilo Bambang Yudhoyono dari Pacitan, dan Joko Widodo asal Surakarta.

+++++



Hanya satu perkecualian adalah BJ Habibie menjadi presdien menggantikan Soeharto yang mundur dari jabatannya pada 1998.

Hingga saat ini, hanya BJ Habibie yang merupakan kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan itu menjadi satu-satunya presiden Indonesia yang bukan beretnis Jawa.

Sumber:

(edited)