Ternyata Ini Penyebab Orang Susah Kentut dan Sulit Bersendawa

Ternyata Ini Penyebab Orang Susah Kentut dan Sulit Bersendawa

Ilustrasi/pixabay--

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Anda tetmasuk orang yang susah kentut dan sulit bersendawa?

Ada alasan untuk tak menyepelekan perut kembung, terlebih ketika perut kembung itu disertai susah kentut dan kesulitan untuk sendawa.

Untuk kasus yang ringan, kata dr. Tirtawati Wijaya, disebabkan oleh gangguan keseimbangan flora normal di saluran cerna.

“(Ketika hal itu terjadi dapat menyebabkan) produksi gas di saluran cerna meningkat,” jelas dr. Tirtawati Wijaya.

Kondisi ini, disebabkan oleh banyak hal seperti konsumsi antibiotik, stres emosional, keracunan makanan, and so on.
BACA JUGA:Kualifikasi Piala Asia U-20, Timnas Indonesia Bantai Hong Kong 5-1
Susah kentut dan sendawa, lanjut dia, kerap dikaitkan dengan kondisi bernama obstruksi saluran cerna, baik di bagian atas yang menyebabkan orang susah sendawa, dan bagian bawah menyebabkan orang susah kentut.

Pada kasus yang lebih serius, susah kentut dan sendawa ternyata dapat dipicu oleh tumor atau kanker pada saluran cerna.

“(Tumor/kanker) misalnya di esofagus, lambung, liver, pankreas, usus, dll,” kata dia.

Tumor di struktur sekitar saluran cerna yang menekan / mendesak saluran cerna, menyebabkan lambung menyempit (cepat terasa penuh), contohnya tumor di ovarium,” sambungnya.
BACA JUGA:Gubernur Ridwan Kamil Klaim Pemprov Jabar Sudah Pakai Mobil Listrik
Untuk penangannya, dr. Tirtawati Wijaya menyarankan mereka dengan kondis ini, untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

“Jangan takut untuk memeriksakan diri, karena ini memungkinan deteksi lebih dini yang memungkinkan penanganan lebih awal. Banyak penyakit yang jauh lebih sulit diobati bila terlambat diterapi. Semakin awal kita mengetahui terjadinya penyakit, semakin banyak pilihan cara pengobatan, dan semakin besar pula kemungkinannya untuk disembuhkan”.

Efek Suka Menahan Kentut

memiliki kebiasaan menahan kentut dapat menyebabkan masalah tersendiri pada kesehatan.

Salah satu kondisi yang disebabkan kebiasaan menahan kentut menurut ahli, via Halodoc, adalah divertikulitits.
BACA JUGA:RUU Sisdiknas: Wajib Belajar 13 Tahun

+++++
Ya, punya kebiasaan menahan kentut dapat memicu kondisi Bernama diverticulitis, sebuah kondisi di mana kantong salruan pencernaan  mengalami inflamasi atau peradangan.

Biasanya terjadi di usus besar, diverticulitis lalu menyebabkan infkesi, yang ujunnya memicu mual, muntah, sembelit dan sakit perut.

Anda punya kebiasaan menahan kentut di kesehariannya? Anda mungkin ingin pikir-pikir lagi ke depannya setelah membaca artikel ini.

Agar tidak berurusan dengan kentut yang tidak diinginkan, Anda dapat menghindari pencetusnya sepertu rokor dan permen karet.

Makan dalam porsi yang lebih sedikit, dan jalan kaki setelah makan, disebut dapat mengurangi produksi gas penyebab kembung.

Sumber:

(edited)