Penulis Ayat-Ayat Setan Salmam Rushdie Kritis Setelah Alami Penikaman

Penulis Ayat-Ayat Setan Salmam Rushdie Kritis Setelah Alami Penikaman

Salman Rushdie-Wikipedia-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Salman Rushdie, penulis Ayat-Ayat Setan saat ini dalam kondisi kritis setelah menjadi korban penikaman saat memberi kuliah di New York pada Jumat (12/8/2022).

Salman yang terluka di bagian leher dan dada langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi dan menggunakan ventilator serta tidak dapat berbicara.

Dikutip dari disway.id, Andrew Wylie selaku agency dari buku Salman Rushdie mengungkapkan, kondisi dari pria berusia 75 tahun itu tidak menggembirakan.

Dikatakan Andrew, Salman Rushdie yang dihujat oleh umat muslim sedunia akibat tulisannya berjudul Ayat-ayat Setan dalam kondisi kritis.

BACA JUGA:Beberapa Fakta yang Membuat Indonesia Dikenal Dunia

Andrew juga menyebutkan, Salman Rushdie kemungkinan akan kehilangan satu matanya, serta saraf di lengannya terputus dan hatinya ditikam dan rusak,” jelas Andrew.

Salman Rushdie ditikam saat memberikan kuliah umum kepada ratusan penonton tentang kebebasan artistik di Institusi Chautauqua New York Barat. Seorang pria tiba-tiba naik ke atas panggung dan langsung menikam Salman Rushdie.

Peserta kuliah langsung memberikan pertolongan kepada novelis yang diburu oleh negara-negara Islam di akhir 1980an tersebut. Sementara itu, pelaku yang bernama Hadi Matar langsung diamankan oleh kepolisian.

+++++



Hanya saja, pihak kepolisian tidak mengungkapkan senjata apa yang digunakan pelaku saat menyerang Salman.

Rushdie yang lahir dalam keluarga Muslim Kashmir di Bombay, sejak tulisannya Ayat-ayat Setan (The Satanic Verses) pada 1988 lalu telah menghadapi ancaman pembunuhan dari berbagai pihak.

Beberapa Muslim mengatakan buku itu berisikan hujatan terhadap agam Islam dan dilarang beredar di negara dengan moyoritas Muslim.

Bahkan Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin tertinggi Iran saat itu mengeluarkan fatwa dan menyerukan umat Islam untuk membunuh Salman dan siapa pun yang terlibat dalam penerbitan buku itu.

BACA JUGA:Pengusutan Laporan Istri Ferdy Sambo Dihentikan Bareskrim, LPSK Batal Beri Perlindungan

Rushdie, yang menyebut novelnya cukup ringan, bersembunyi selama hampir satu dekade.

Pada 1991, Hitoshi Igarashi yang meneterjemahkan buku tersebut tewas terbunuh.

Organisasi Iran, beberapa berafiliasi dengan pemerintah, telah mengumpulkan hadiah jutaan dolar untuk pembunuhan Rushdie.

+++++



Penerus Khomeini sebagai pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, baru-baru ini mengatakan pada 2019 bahwa fatwa itu tidak dapat dibatalkan.

Kantor Berita semi-resmi Fars Iran dan outlet berita lainnya menyumbangkan uang pada tahun 2016 untuk meningkatkan hadiah sebesar 600.000 dolar Amerika bagi yang berhasil membunuh Salman.

Fars menyebut Rushdie sebagai seorang murtad yang menghina nabi Muhammad dalam laporannya tentang serangan hari Jumat lalu.

Sumber:

(edited)

Berita Terkait