Gelombang 2 Jemaah Haji Sampai di Madinah, Total 32 Ribu dari 32 Kloter

MEKKAH, POSTINGNEWS.ID - Sebanyak 32.374 jamaah calon haji Indonesia dari 83 kelompok terbang (kloter) sudah tiba di Mekkah baik dari gelombang satu Madinah maupun gelombang dua dari Jeddah, Selasa.

Data jamaah tersebut berdasarkan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama yang dipantau Selasa pukul 19.39 Waktu Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 19.427 jamaah dari 49 kloter masih berada di Madinah.

Di Madinah, mereka melaksanakan Arbain dan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah seperti Masjid Nabawi, makam Rasulullah SAW, Raudhah dan lainnya.

BACA JUGA:Terserang Jantung, Jemaah Haji Bernama Rochma Erviana Prastyawati Meninggal di Madinah

Sedangkan di Jeddah masih ada dua kloter sebanyak 886 jamaah yang akan diberangkatkan ke Mekkah.

Total kloter yang sudah berangkat dari Tanah Air hingga saat ini sebanyak 144 kloter sedangkan yang sudah tiba di Tanah Suci sebanyak 138 kloter.

Sementara jamaah yang berangkat tercatat sudah 56.528 orang sedangkan yang tiba sebanyak 54.176 jamaah.

Sementara itu Jamaah calon haji dari Embarkasi Aceh (BTJ) menerima wakaf Baitul Asyi sebesar 1.500 Riyal atau setara Rp6 juta di Mekkah.

BACA JUGA:Suhu di Mekah dan Madinah saat Musim Haji Diprediksi Capai 43 Derajat Celsius, Jemaah Diminta Waspada!

"Uang ini tolong dimanfaatkan dengan baik," kata Pembina Yayasan Wakaf Baitul Asyi Jamaluddin Affan di Hotel Shoqreyah, Raudah, Mekkah, Selasa.

Sebanyak 2.022 jamaah asal Aceh mendapatkan wakaf tersebut secara tunai yang diberikan langsung oleh Nazir (penyalur nazar wakaf) Syaikh Abdul Latif Baltou.

Jamaah menerima dana wakaf saat tiba di penginapan masing-masing, setelah dua hari berada di Mekkah.

Wakaf itu diserahkan langsung oleh pengurus wakaf, dan diterima langsung para jamaah haji sebagai penerima tanpa boleh diwakili orang lain.

BACA JUGA:Dua Kebijakan Baru untuk Konsumsi Jemaah Haji 2022

Wakaf Baitul Asyi merupakan wakaf Habib Bugak Asyi yang sekarang disebut wakaf Baitul Asyi atau wakaf rumah Aceh.

Wakaf yang usianya sudah 200 tahun lebih ini dulunya merupakan wakaf kecil.

Namun seiring waktu, wakaf ini terus berkembang menjadi wakaf produktif yakni berupa tanah, penginapan, dan unit usaha lain di Mekkah, bahkan ada di sekitaran Masjidil Haram.

Wakaf tersebut selalu diberikan kepada setiap jamaah haji asal provinsi berjulukan Serambi Mekkah itu ketika menunaikan ibadah haji.

Calon haji asal Aceh Barat, Ledian Mart (54) mengaku sangat bahagia bisa ke Tanah Suci dan mendapatkan wakaf Baitul Asyi.

"Saya sudah diberi tahu wakaf ini. Ini rezeki yang tidak disangka-sangka. Nantinya akan saya manfaatkan untuk bersedekah," kata Ledian.

Begitu juga dengan Ena Herisna asal Aceh Barat juga mengaku wakaf tersebut akan memanfaatkan uang wakaf tersebut untuk membayar dam dan berkurban.

"Alhamdulillah saya bersyukur ada orang Aceh yang seperti, saya bangga," ujar Ena Herisna.

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT