Uji Coba PTM Dihentikan, Kadinkes DKI Jakarta Beberkan Sejumlah Alasan Krusial Terkait Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Uji Coba PTM Dihentikan, Kadinkes DKI Jakarta Beberkan Sejumlah Alasan Krusial Terkait Lonjakan Kasus Positif Covid-19


Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Meningkat Tajam, Uji Coba PTM di DKI Jakarta Dihentikan||Ilustrasi by Pixabay

Trendingnews.Id - Uji coba tatap muka alias Pengajaran Tatap Muka atau PTM yang dihentikan Pemrov DKI akibat melonjaknya kasus positip covid-19 sebuah keputusan yang tepat.

Hal itu sekaligus merupakan langkah antisipasi yang dilakukan DKI Jakarta guna menghindari sebaran virus covid-19 kian masif.

Selain itu, penghentian uji coba tatap muka ini juga didasari oleh beberapa alasan yang cukup relevan dan logis.

Seperti disampaikan Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes DKI Jakarta, bahwa Keputusan ini merupakan respons cepat dari melonjaknya kasus positif Covid-19 dalam seminggu terakhir.

(BACA JUGA:Jakarta Internasional Stadium Diklaim Sekelas Old Trafford, Anies Baswedan: Atapnya Bisa Buka Tutup Alias Retractable Roof)

Menurut Widyastuti, keputusan tersebut diambil juga berdasarkan keputusan bersama dan mempertimbangkan sejumlah alasan krusial,  "Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antara satgas, kita putuskan saat ini sementara tidak dilanjutkan piloting tatap muka.

Nanti, sambil menunggu situasi di DKI Jakarta ke depannya," terangnya dalam bincang-bincang daring di YouTube BNPB, pada Kamis 17 Juni 2021.
 
Masih menurut Widya, setidaknya ada 143 sekolah di Jakarta yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19. Jumlah itu meningkat dari yang sebelumnya 83 sekolah.
 
Ia juga memastikan, pelaksanaan PTM selalu dengan pengawasan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

(BACA JUGA:Kelanjutan Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, Kapolri Listyo Sigit Prabowo: Sudah Kami Hentikan, Karena Alasan ini!)

Termasuk semua guru dan wali murid pun, telah dua kali menjalani vaksinasi. Selain itu, PTM hanya dilakukan dua kali dalam seminggu.
 
"Lalu, pada saat berjalan dengan baik kita lakukan peningkatan di tahap kedua kita buka 143 sekolah waktu itu. Sama. Prokes yang ketat," tambahnya.

Soal sampai kapan uji coba tatap muka ini dihentikan, dengan tegas Widyastuti mengakui bahwa dirinya pun belum bisa memastikan.
 
+++++

Fakta Covid-19 Bulan Juni

Apa yang dikhawatirkan Satgas covid-19 soal lonjakan kasus positif covid-19 di beberapa wilayah, khususnya DKI Jakarta seperti terjadi.

Bahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga sempat menyebut, bahwa pergerakan grafik covid-19 di ibu kota, cukup signifikan.  

Makanya, Anies pun sempat menyampaikan, bukan tidak mungkin Jakarta akan memasuki fase genting.

"Bila kondisi sekarang tidak terkendali kita akan masuk fase genting," kata Anies Baswedan saat memberikan arahan dalam apel bersama TNI-Polri, pada Minggu 13 Juni 2021.

(BACA JUGA:UU ITE Kerap Dijadikan Pasal Karet untuk Membungkam Kritik, Mahfud MD: Pemerinah Akan Revisi 4 Pasal Lama dan Tambah 1 Pasal )

Untuk itu, ia memastikan Pemprov bersama Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya akan mengambil langkah pengetatan esktra jika kasus Covid-19 semakin tidak terkendali.

Ia juga meminta agar seluruh pelaku usaha menaati aturan yang berlaku yakni maksimal operasional hingga pukul  21.00 WIB.

Terbukti, kasus penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta sejak awal Juni 2021, jumlah terkonfirmasi positif Covid -19 di Ibu Kota terus mengalami peningkatan.

Dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak awal Juni 2021 kemarin, jumlah penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta seminggu terakhir dari tanggal 6 Juni yang awalnya mencapai 11.500 kasus, hingga 13 Juni mencapai 17.400. Positivity rate juga mengalami lonjakan 17 persen.

(BACA JUGA:Akhirnya Lupin Season 2 Tayang di Netflix Senin 14 Juni 2021, Langsung Jadi Trending, Motor Assane Diop Bikin Penasaran)

Oleh karenanya, Jakarta tercatat sebagai salah satu provinsi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi, dengan penambahan sebanyak 2.376 kasus baru.

Maka wajar, dalam upaya melakukan penanganan pandemi Covid-19 yang tak terkendali, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menghentikan uji coba sekolah tatap muka.

Sumber:

(edited)