PTM Terbatas Akan Dimulai Juli 2021, Puan Maharani Kasih Masukan Agar Sekolah di Luar Ruangan dan Harus Ijin Orang Tua!

PTM Terbatas Akan Dimulai Juli 2021, Puan Maharani Kasih Masukan Agar Sekolah di Luar Ruangan dan Harus Ijin Orang Tua!

Puan Maharani ikut beri saran soal PTM Terbatas, belajar di luar ruangan, patuhi syaratnya||Facebook @PuanMaharani--


Puan Maharani ikut beri saran soal PTM Terbatas, belajar di luar ruangan, patuhi syaratnya||Facebook @PuanMaharani

POSTINGNEWS: Menyikapi rencana sekolah tatap muka atau Pembelajaran Tatap Muka alias PTM terbatas akhirnya ikut dikomentari Puan Maharani.

Pasalnya, direncanakan PTM terbatas ini akan dimulai pada Juli 2021 dan dilakukan dengan syarat-syarat tertentu yang ketat dan harus dipatuhi.

Bahkan Presiden Jokowi juga memberi imbauan agar PTM terbatas ini pada proses pelaksanaannya benar-benar diperhatikan dan diawasi ketat.

Pasalnya, saat ini selain kondisi nasional masih pandemi covid-19, kabar terakhir Satgas covid-19 pun menyebut ada peningkatan kasus covid-19 beberapa minggu terakhir ini.

(BACA JUGA:UU ITE Kerap Dijadikan Pasal Karet untuk Membungkam Kritik, Mahfud MD: Pemerinah Akan Revisi 4 Pasal Lama dan Tambah 1 Pasal )

Makanya, menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh pun turut menyampaikan pendapat sekaligus sarannya.

Salah satunya, Ketua DPR RI, Puan Maharani pun mengkritisi rencana yang digaungkan pemerintah tersebut, melalui Mendikbudristek.

Selain itu, kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.

Puan Maharani pun lantas mengusulkan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan di luar ruangan.

(BACA JUGA:Akhirnya Lupin Season 2 Tayang di Netflix Senin 14 Juni 2021, Langsung Jadi Trending, Motor Assane Diop Bikin Penasaran)

Menurutnya, sekolah harus di luar ruangan, "Kalau dilakukan di ruang tertutup, harus ada penyaring partikel udara," saran Puan dalam keterangan tertulisnya, pada Senin 14 Juni 2021.

+++++

Ketua DPP PDI Perjuangan itu berpendapat, pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemi baru dapat dilakukan setelah rasio positif Covid-19 berada di bawah lima persen dan angka kematian akibat Covid-19 menurun.

Selain itu, para guru dan tenaga pendidikan juga harus dipastikan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR dan juga sudah divaksinasi.

“Rencana akan dimulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah tentu harus didukung, tapi harus hati-hati, dan penuhi semua syarat-syarat pencegahan penularan virus corona,” ujarnya.

(BACA JUGA:RIP: Markis Kido di Usia Ke-36 Tahun, Pebulutangkis Andalan Indonesia, Yuni Kartika Turut Sampaikan Pesan Belasungkawa)
 
Puan juga mengatakan sistem tes dan lacak Covid-19 juga harus diperbaiki oleh pemerintah daerah, satgas penanggulangan Covid-19, dan para pihak terkait.

“Sistem tes dan lacak harus diperbaiki. Apabila ada kasus harus dilacak hingga kontak ke-30,” tutur dia.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan agar kebijakan pembelajaran tatap muka tersebut dapat dipertimbangkan secara matang dari seluruh masukan dari orang tua sebelum memulai kembali pembelajaran di sekolah pada masa pandemi.

Oleh karenanya, Puan pun meminta agar tidak memaksakan persetujuan orang tua yang tidak mau pembelajaran tatap muka mengingat pandemi Covid-19 ini masih belum berakhir.

(BACA JUGA:Jaksa Sebut Habib Rizieq Tidak Sopan dan Sering Menuduh Tanpa Alasan, JPU: Padahal Statusnya Sebagai Guru dan Berilmu!)

“Tolong tampung aspirasi orang tua yang tidak mau pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka harus ada persetujuan orang tua, tidak dipaksakan,” tuturnya.

+++++

Memang, soal PTM terbatas ini Presiden Jokowi sudah memberikan syarat diperbolehkan dalam waktu dekat ini.

Kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut boleh dilakukan asal ada syarat yang harus dipatuhi pihak sekolah.

Syarat tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Senin, 7 Juni 2021.

(BACA JUGA:Sigap! Presiden Jokowi Beri Target Anies Bangun Herd Immunity Hingga Agustus 2021, Per Hari 100.000 Orang Harus Divaksin)

Dalam syaratnya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa tak seperti dulu, sekolah tatap muka hanya diperbolehkan dalam waktu yang terbatas saja.

Presiden Jokowi meminta agar proses sekolah tatap muka dilakukan dengan sangat hati-hati, seperti kapasitas maksimal 25 persen dan masuk hanya sebanyak dua kali seminggu.*

Sumber:

(edited)