Modus Penipuan Driver Ojol Lewat Fitur Gosend Marak Terjadi di Medan, Korbannya Kehilangan Uang Jutaan!


Waspada Buat Driver Ojol, Penipuan via Gosend, Cek Modusnya!||Gojek

TRENDINGNEWS.ID - Di masa sulit seperti ini, ternyata masih saja ada orang atau oknum yang melakukan kejahatan dengan menipu orang lain. 

Apesnya, yang menjadi korban justru malah masyarakat 'kecil' seperti driver ojek online yang notabene pendapatannya biasa-biasa saja. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Penipuan yang dilakukan oleh beberapa orang ini memang mengincar para driver ojol, karena modus utamanya adalah mengandalkan fitur Gosend yang ada di aplikasi Gojek. 

Para pelakunya bisa dibilang cukup paham situasi dan memahami kebiasaan terhadap aktivitas driver ojek online saat ini, di mana fasilitas Gosend yang kerap menjadi incaran para driver.

Cuma ya itu, meski terlihat seperti penipuan kelas ecek-ecek, tapi beberapa korban yang mengalami mengaku sempat kehilangan uang dari ratusan ribu hingga jutaan. 

Kasus penipun mengandalkan fitur Gosend pada aplikasi Gojek ini, baru-baru ini terjadi di Medan, Sumatra Utara. 

BACA JUGA:Akhirnya Capres Pengganti Presiden Jokowi Terkuak! Maaf Bukan Perempuan, Denny Darko Beberkan Cirinya

Jadi ceritanya gini, si pelaku itu belaku seolah-olah sebagai penjual atau seller sebuah produk yang akan mengirimkan barang dagangannya itu ke si pemesan. 

Si pelaku, meminta tolong ojek online, umumnya Gojek, untuk mengantarkan barang tersebut, namun si pelaku yang belagak jadi penjual ini lebih dulu minta uang ke si driver. 

Alasan si pelaku, nanti uang si driver akan diganti oleh pihak pembeli atau pemesan barangnya tersebut. 

Umumnya sih, abang driver ojol ini tidak terlalu curiga dengan aksi yang dilakukan si pelaku saat memesan jasa Gosend tersebut. 

BACA JUGA:PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi Sampai 16 Agustus, Luhut Sampaikan Beberapa 'Kabar Gembira' ini

Pasalnya, si pelaku ini buat meyakinkan atas tipu muslihatnya, akan menelepon si pembeli fiktif yang ternyata temannya juga di depan si driver Gosend. 

Selain si pemesan adalah fiktif, alamat yang dituju juga palsu alias bukan rumah atau tempatnya si pemsan (asal sebut atau sesuai setingan). 

Lebih ngeselin lagi, isi paket yang akan dikirim juga bukan barang mahal atau sangat berharga, karena kalau menilik kasus di Medan itu, hanya berupa air mineral, sepatu dan baju bekas. 

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT